EmisGTK

Data Siswa Belum Bisa Ditarik dari Dapodik ke EMIS GTK? Begini Cara Input Sementara

×

Data Siswa Belum Bisa Ditarik dari Dapodik ke EMIS GTK? Begini Cara Input Sementara

Sebarkan artikel ini
Data Siswa Belum Bisa Ditarik dari Dapodik ke EMIS GTK? Begini Cara Input Sementara

MediaNet.id, Bogor – Kendala penarikan data siswa dari Dapodik ke EMIS GTK Kemenag masih bisa terjadi. Bagi admin madrasah, tersedia cara input siswa sementara melalui menu rombel.

Cara tersebut dibahas dalam tutorial EMIS GTK Kemenag tahun 2026. Fitur ini bisa dipakai saat data siswa belum dapat ditarik dari Dapodik.

Fitur Input Siswa Sementara

Usut punya usut, admin madrasah dapat mengakses akun EMIS GTK sebagai admin. Setelah login, pengguna perlu membuka menu Madrasah.

Berikutnya pilih bagian Rombel. Pada halaman data rombel, sistem menyediakan menu baru pada kolom aksi.

Menu tersebut bernama input siswa sementara. Fitur inilah yang digunakan untuk memasukkan data siswa secara manual.

Pilih Rombel Sesuai Tingkat

Admin perlu memilih rombel yang sesuai dengan data siswa. Dalam contoh tutorial, digunakan rombel kelas 7.

Pengguna kemudian mengklik menu siswa sementara pada kolom aksi. Setelah halaman terbuka, terdapat tombol tambah siswa sementara di bagian atas.

Klik tombol tersebut. Sistem lalu menampilkan sejumlah kolom yang harus diisi.

Data Siswa yang Perlu Dimasukkan

Ada beberapa informasi siswa yang diminta sistem. Data tersebut perlu disiapkan agar proses input berlangsung lebih cepat.

Kolom yang disebutkan dalam tutorial meliputi:

  1. Nama lengkap siswa.
  2. Jenis kelamin.
  3. Tempat lahir.
  4. Tanggal lahir.
  5. NIK.
  6. NISN.
  7. Asal sekolah.

Semua data sebaiknya dicocokkan dengan dokumen siswa. Jangan asal memasukkan angka atau informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Cara Cepat dengan Copy Paste

Menariknya, proses input bisa dipercepat menggunakan metode copy paste. Cara ini cocok bagi admin yang sudah mempunyai daftar siswa dalam bentuk Excel.

Data dari Excel dapat disalin ke kolom yang tersedia. Namun format data tetap harus mengikuti ketentuan sistem EMIS GTK.

Dalam contoh simulasi, nama siswa disalin langsung dari data yang sudah disiapkan. Tempat lahir juga dapat menggunakan cara serupa.

Tanggal lahir juga bisa disalin. Tetapi format tanggal harus sesuai dengan format yang diminta sistem.

Jenis Kelamin Harus Dipilih

Ada perbedaan pada kolom jenis kelamin. Bagian tersebut menggunakan pilihan yang tersedia pada sistem.

Admin tidak cukup menempelkan teks seperti kolom lainnya. Pilih jenis kelamin sesuai data siswa.

Setelah seluruh kolom terisi, data dapat disimpan sebagai siswa sementara. Jika proses berhasil, nama siswa akan muncul dalam daftar.

Tidak Ada Tombol Edit

Bagian ini perlu diperhatikan admin madrasah. Data siswa sementara yang sudah disimpan tidak memiliki menu edit pada contoh sistem tersebut.

Jika terdapat kesalahan, pengguna harus menghapus data tersebut. Setelah itu, data dimasukkan kembali dari awal.

Misalnya tempat lahir ternyata salah. Admin tidak bisa langsung mengubah kolom tersebut melalui tombol edit.

Solusinya adalah klik hapus. Kemudian gunakan menu tambah siswa sementara untuk memasukkan data yang benar.

Cek Jumlah Siswa di Rombel

Setelah siswa ditambahkan, admin sebaiknya mengecek jumlah data. Pemeriksaan dapat dilakukan pada masing-masing rombel.

Tutorial tersebut juga memperlihatkan adanya informasi pertambahan siswa pada kelas tertentu. Keterangan seperti “+23 sementara” menunjukkan jumlah siswa sementara yang sudah masuk.

Angka tersebut dapat membantu admin melakukan rekap. Pastikan jumlah siswa yang dimasukkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Status Siswa Bisa Berubah

Tahap berikutnya berkaitan dengan status data siswa. Setelah seluruh siswa yang terkendala ditambahkan, admin dapat memeriksa kembali statusnya.

Dalam tutorial dijelaskan bahwa setelah siswa sementara ditambahkan, statusnya diharapkan berubah menjadi sesuai. Jika status sudah sesuai, proses pengajuan dapat dilanjutkan.

Admin kemudian dapat melakukan pengajuan ulang keaktifan kolektif. Sebelum mengajukan, pastikan data siswa yang ditambahkan sudah diperiksa.

Jangan Asal Masukkan Data

Kumaha, prosesnya sebenarnya cukup simpel. Admin tinggal memanfaatkan fitur siswa sementara ketika penarikan dari Dapodik belum berhasil.

Namun kecepatan input jangan membuat pemeriksaan data dilewati. Nama, tanggal lahir, NIK, NISN, dan asal sekolah harus mengikuti data siswa yang sebenarnya.

Data simulasi yang ditampilkan dalam tutorial hanya contoh. Angka NIK dan NISN pada contoh bukan data siswa sebenarnya.

Karena itu, admin wajib menggunakan data asli yang sudah diverifikasi. Kesalahan input justru bisa menambah pekerjaan saat proses pembaruan data berikutnya.

Urutan Input Data Siswa Sementara

Agar tidak bingung, alur yang diperagakan dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Login EMIS GTK Kemenag sebagai admin madrasah.
  2. Buka menu Madrasah.
  3. Pilih menu Rombel.
  4. Tentukan rombel yang membutuhkan data siswa.
  5. Klik siswa sementara pada kolom aksi.
  6. Pilih tambah siswa sementara.
  7. Isi identitas siswa sesuai dokumen.
  8. Gunakan copy paste jika data sudah tersedia di Excel.
  9. Pilih jenis kelamin melalui menu yang tersedia.
  10. Simpan data siswa sementara.
  11. Cek daftar siswa dan jumlahnya.
  12. Hapus lalu input ulang jika terdapat kesalahan.
  13. Periksa kembali status siswa.
  14. Jika status sudah sesuai, ajukan ulang keaktifan kolektif.

Dengan alur tersebut, admin madrasah tidak perlu menunggu seluruh proses penarikan data Dapodik jika fitur siswa sementara memang tersedia pada akun.

Tetap Pantau Perubahan EMIS GTK

Fitur input siswa sementara menjadi solusi praktis untuk kondisi tertentu. Terutama bagi madrasah yang menemukan siswa belum dapat ditarik dari Dapodik.

Namun mekanisme pada EMIS GTK dapat berubah mengikuti pembaruan sistem. Admin sebaiknya tetap memantau informasi terbaru sebelum melakukan pengajuan.

Sontak saja, fitur ini cukup membantu pekerjaan operator. Apalagi jika jumlah siswa yang perlu dimasukkan cukup banyak.

Bagi admin yang sudah memiliki data dalam Excel, metode copy paste dapat mempercepat pekerjaan. Tetapi setiap hasil input tetap perlu dicek satu per satu.

Pada akhirnya, cara cepat input data siswa di EMIS GTK Kemenag tahun 2026 bergantung pada ketelitian admin. Fitur siswa sementara bisa digunakan untuk membantu mengatasi data yang belum berhasil ditarik dari Dapodik.

Jika data sudah masuk dan status berubah menjadi sesuai, admin dapat melanjutkan pengajuan ulang keaktifan kolektif. Pastikan seluruh informasi sudah benar sebelum pengajuan dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *