Dapodik

Cara Memindahkan Siswa Salah Rombel di Dapodik 2027, Beda Tingkat Harus Lewat Dinas

×

Cara Memindahkan Siswa Salah Rombel di Dapodik 2027, Beda Tingkat Harus Lewat Dinas

Sebarkan artikel ini
Cara Memindahkan Siswa Salah Rombel di Dapodik 2027, Beda Tingkat Harus Lewat Dinas

MediaNet.id, Bekasi – Persoalan siswa salah rombel kembali menjadi perhatian operator sekolah dalam pengelolaan Dapodik 2027. Cara memperbaikinya ternyata berbeda, tergantung apakah siswa salah masuk rombel pada tingkat yang sama atau justru berbeda tingkat.

Informasi ini penting. Salah penempatan rombel bisa terjadi saat operator mengelola data siswa baru atau siswa mutasi.

Salah Rombel Satu Tingkat Masih Bisa Dipindahkan

Contoh sederhananya begini. Siswa seharusnya masuk kelas 11-1, tetapi justru tercatat di kelas 11-2.

Kasus tersebut masih berada pada tingkat yang sama. Jadi, operator sekolah masih bisa memindahkannya tanpa meminta bantuan operator dinas.

Langkahnya dilakukan langsung melalui aplikasi Dapodik. Operator cukup membuka menu Rombongan Belajar dan memilih rombel reguler.

Setelah itu, cari rombel tempat siswa tersebut saat ini berada. Buka bagian anggota rombel untuk menemukan nama siswa yang salah penempatan.

Cara Memindahkan Siswa Satu Tingkat

  1. Buka aplikasi Dapodik 2027.
  2. Masuk ke menu Rombongan Belajar.
  3. Pilih rombel reguler tempat siswa berada.
  4. Buka bagian Anggota Rombel.
  5. Pilih nama siswa yang salah rombel.
  6. Keluarkan siswa dari rombel tersebut.
  7. Pastikan status siswa berubah menjadi di luar rombel.
  8. Buka rombel tujuan yang tingkatnya sama.
  9. Masuk ke bagian Anggota Rombel.
  10. Cari nama siswa tersebut.
  11. Drag nama siswa ke rombel yang benar.
  12. Pastikan siswa sudah tercatat pada rombel tujuan.

Prosesnya cukup sederhana. Misalnya siswa seharusnya berada di DKV 1, tetapi masuk DKV 2, operator tinggal mengeluarkannya lalu memasukkannya ke DKV 1.

Beda Tingkat Tidak Bisa Sembarangan

Situasinya berbeda kalau siswa masuk rombel yang tingkatnya tidak sesuai. Contohnya siswa seharusnya kelas 11, tetapi justru terbaca sebagai siswa kelas 10.

Kasus seperti ini masuk kategori salah rombel beda tingkat. Operator sekolah disarankan meminta bantuan operator dinas untuk memperbaiki pemetaan tersebut.

Hal serupa bisa terjadi pada siswa mutasi. Data dari SP Datadik sudah diarahkan ke kelas tertentu, tetapi setelah ditarik ke Dapodik justru muncul pada tingkat berbeda.

Contohnya siswa seharusnya masuk kelas 4. Namun setelah proses tarik data, siswa malah muncul di rombel kelas 1.

Untuk kasus seperti ini, operator tidak disarankan memaksakan perubahan sendiri. “Solusinya langsung ke dinas saja,” menjadi penekanan dalam informasi yang beredar.

Kenapa Harus Lewat Dinas?

Pemetaan siswa yang berbeda tingkat membutuhkan penanganan dari pihak yang memiliki kewenangan. Operator sekolah sebaiknya membawa kasus tersebut ke dinas pendidikan.

Operator juga perlu menyiapkan alasan yang jelas. Jelaskan kenapa siswa bisa masuk pada tingkat yang keliru.

Setelah dinas melakukan pemetaan ke kelas sebenarnya, operator sekolah dapat melakukan tarik data Dapodik. Dengan begitu, perubahan mengikuti jalur pendataan yang sesuai.

Jangan Gunakan Aplikasi Pihak Ketiga

Ada satu peringatan lain yang disampaikan kepada operator. Penggunaan aplikasi pihak ketiga untuk mengubah rombel tidak lagi disarankan.

Sebelumnya sempat beredar aplikasi pihak ketiga yang digunakan untuk membantu memperbaiki kasus siswa salah rombel. Namun, penggunaan aplikasi tersebut disebut dapat menimbulkan masalah pada aplikasi Dapodik.

Dalam salah satu pengalaman yang dibagikan, operator mengaku menggunakan aplikasi pihak ketiga setelah terlanjur mengeluarkan siswa. Setelah siswa ditarik kembali, sekolah justru mengalami status invalid dan aplikasi mendeteksi instalasi yang dianggap ilegal.

Risikonya tidak ringan. Jika kondisi tersebut terjadi sebelum sinkronisasi, operator bisa menghadapi pekerjaan ulang pada aplikasi Dapodik.

Operator Diminta Mengikuti Jalur Resmi

Peringatan tersebut menjadi alasan operator disarankan berhati-hati. Aplikasi pihak ketiga memang mungkin menawarkan jalan cepat, tetapi risikonya harus ditanggung sekolah sendiri.

Karena itu, jalur resmi dinilai lebih aman. Operator cukup menghubungi dinas dan menyampaikan persoalan siswa yang salah rombel.

“Pak, siswa saya salah rombel karena begini,” menjadi gambaran cara menyampaikan persoalan kepada pihak dinas. Setelah menjelaskan masalahnya, operator dapat meminta siswa dipetakan ke rombel yang sebenarnya.

Bedakan Dua Jenis Kesalahan

Kesimpulannya cukup jelas. Siswa salah rombel pada tingkat yang sama masih bisa dipindahkan langsung oleh operator sekolah.

Sementara itu, siswa yang salah rombel pada tingkat berbeda perlu meminta bantuan dinas. Jangan menyamakan kedua kasus tersebut.

Misalnya kelas 1A ke kelas 1B masih satu tingkat. Kasus seperti itu bisa ditangani operator sekolah melalui pemindahan anggota rombel.

Sebaliknya, siswa dari kelas 3 yang terbaca kelas 2 atau kelas 4 masuk kategori berbeda tingkat. Untuk kondisi tersebut, operator sebaiknya menghubungi dinas pendidikan.

Informasi ini juga menjadi klarifikasi terhadap panduan lama yang menggunakan aplikasi pihak ketiga. Operator yang masih membutuhkan solusi siswa salah rombel di Dapodik 2027 sebaiknya mengikuti mekanisme resmi.

Jadi, jangan buru-buru mencari aplikasi tambahan. Untuk kasus satu tingkat, pindahkan langsung melalui menu rombel, sedangkan kasus beda tingkat, gaskeun koordinasi dengan dinas supaya data tetap aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *