MediaNet.id, Bandung – Operator madrasah perlu mengecek kembali data lembaga pada EMIS GTK. Pasalnya, data yang tampil di layanan baru itu bisa saja berbeda dengan kondisi terbaru madrasah.
Informasi tersebut dibagikan Pejuang Madrasah Official. Pembahasan berfokus pada cara memperbarui data lembaga agar terhubung dengan EMIS 4.0.
Perbedaan data ini muncul karena sumber awal EMIS GTK berasal dari Simpatika. Sementara itu, pembaruan berikutnya mengacu pada data EMIS 4.0.
Data Madrasah Bisa Berbeda
Menariknya, perbedaan data ternyata cukup banyak ditemukan. Operator yang membuka detail lembaga bisa melihat sejumlah informasi yang tidak sama dengan data terbaru.
Kondisi itu perlu diperhatikan. Apalagi data lembaga menjadi bagian dari administrasi madrasah.
Narasumber kemudian memperagakan proses pembaruan melalui browser. Ia membuka portal layanan EMIS GTK untuk masuk ke akun madrasah.
Setelah halaman terbuka, pengguna diminta masuk menggunakan SSO. Cara tersebut dipakai untuk mengakses layanan sesuai akun yang sudah tersedia.
Masuk ke Menu Detail Madrasah
Setelah berhasil login, operator diarahkan menuju menu Madrasah. Dari menu tersebut, tersedia bagian Detail Madrasah.
Di halaman itu terdapat tombol untuk memperbarui data dari EMIS 4.0. Narasumber kemudian mencoba fitur tersebut pada akun yang digunakan.
Hasilnya cukup menarik. Sistem menemukan sejumlah perbedaan data lembaga yang sebelumnya tidak terlihat.
Data tersebut kini mengikuti informasi yang tersedia di EMIS 4.0. Operator kemudian dapat memilih seluruh perubahan yang ditawarkan sistem.
Tujuh Data Lembaga Berhasil Diperbarui
Narasumber mencentang seluruh pilihan data. Setelah itu, ia menekan tombol Simpan Perubahan untuk menjalankan proses pembaruan.
Sistem kemudian menampilkan notifikasi keberhasilan. Tercatat ada tujuh field yang berhasil diperbarui.
Ketujuh data tersebut mencakup nama lembaga dan NPSN. Selain itu, terdapat alamat, kelurahan, kecamatan, latitude, serta longitude.
Perubahan itu tidak berhenti pada data teks. Informasi gambar institusi juga ikut tersinkronisasi dalam proses tersebut.
Status integrasi kemudian berubah. Sistem menampilkan keterangan bahwa data lembaga sudah terintegrasi.
Cara Memperbarui Data Lembaga di EMIS GTK
Bagi operator yang ingin mengecek data madrasah, langkahnya cukup sederhana. Berikut alur yang diperagakan dalam unggahan tersebut.
- Buka browser pada komputer atau perangkat yang digunakan operator.
- Akses portal EMIS GTK sesuai alamat layanan yang digunakan. Pastikan alamat layanan yang dibuka sudah benar.
- Masuk menggunakan SSO. Gunakan akun yang memiliki akses ke data madrasah.
- Setelah berhasil login, buka menu Madrasah. Cari bagian Detail Madrasah.
- Periksa data lembaga yang tampil pada halaman tersebut. Cocokkan dengan data madrasah terbaru.
- Cari tombol Update dari EMIS. Fitur tersebut digunakan untuk mengambil pembaruan data dari EMIS 4.0.
- Klik tombol pembaruan tersebut. Sistem kemudian akan menampilkan field yang memiliki perbedaan.
- Centang data yang ingin diperbarui. Dalam contoh narasumber, seluruh pilihan dicentang.
- Klik Simpan Perubahan. Tunggu sampai proses pembaruan selesai.
- Periksa notifikasi yang muncul. Jika berhasil, sistem akan menampilkan jumlah field yang diperbarui.
- Cek kembali status integrasi data lembaga. Pastikan status sudah menunjukkan bahwa data terintegrasi.
Kenapa Data Awalnya Bisa Tidak Sama?
Usut punya usut, akar persoalan yang dibahas berkaitan dengan sumber data. EMIS GTK sebelumnya mengambil data lembaga dari Simpatika.
Sementara itu, sistem kini diarahkan untuk terhubung dengan EMIS 4.0. Perbedaan sumber tersebut bisa membuat informasi yang muncul tidak sama.
Operator pun perlu melakukan pengecekan. Jangan langsung menganggap data pada halaman EMIS GTK sudah mengikuti informasi terbaru.
Jika tersedia tombol Update dari EMIS, operator dapat memanfaatkannya. Fitur tersebut membantu mengambil data lembaga dari sumber yang menjadi acuan sistem.
Jangan Hanya Memperbarui di EMIS GTK
Ada satu poin yang ditekankan narasumber. Pembaruan utama data lembaga perlu dilakukan pada EMIS 4.0.
Artinya, EMIS GTK bukan tempat utama untuk mengubah seluruh data lembaga. Operator perlu memastikan informasi di EMIS 4.0 sudah benar terlebih dahulu.
Setelah data pada EMIS 4.0 berubah, operator dapat kembali ke EMIS GTK. Tombol Update dari EMIS kemudian bisa digunakan untuk mengambil perubahan tersebut.
Narasumber menjelaskan pola tersebut dengan sederhana. “Kalau ada perubahan lagi kita tinggal mengklik tombol update dari MS ini.”
Pernyataan itu menunjukkan bahwa fitur tersebut berfungsi sebagai penghubung pembaruan data. Operator tidak perlu mengulang pengisian seluruh informasi secara manual di EMIS GTK.
Data Koordinat Juga Ikut Berubah
Hal yang cukup menarik adalah adanya data latitude dan longitude. Kedua informasi tersebut ikut masuk dalam daftar tujuh field yang diperbarui.
Data lokasi tentu perlu diperhatikan operator. Kesalahan koordinat bisa membuat posisi madrasah pada sistem tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Selain koordinat, data administratif juga ikut diperbarui. Nama, NPSN, alamat, kelurahan, dan kecamatan masuk dalam daftar perubahan.
Gambar institusi pun ikut tersinkronisasi. Sistem menunjukkan bahwa data gambar lembaga telah mengikuti proses integrasi.
Operator Sebaiknya Cek Setelah Sinkronisasi
Setelah proses selesai, pekerjaan operator belum tentu berhenti. Data yang baru diperbarui sebaiknya dicek kembali satu per satu.
Periksa nama madrasah. Cek pula NPSN dan alamat yang tampil pada halaman.
Jangan lupa melihat kelurahan serta kecamatan. Data latitude dan longitude juga layak diperiksa kembali.
Jika semuanya sudah sesuai, operator dapat memastikan status integrasi. Pada contoh yang diperagakan, status tersebut berubah menjadi terintegrasi.
Perubahan Data Dimulai dari EMIS 4.0
Dari tutorial tersebut, alurnya cukup jelas. Data lembaga yang menjadi acuan pembaruan perlu diperbaiki terlebih dahulu pada EMIS 4.0.
Setelah itu, EMIS GTK dapat mengambil perubahan melalui fitur Update dari EMIS. Jadi, operator tidak perlu bingung ketika menemukan perbedaan data pada layanan baru tersebut.
Bagi madrasah yang menemukan data belum sesuai, pengecekan ini layak dilakukan. Terutama pada nama lembaga, NPSN, alamat, wilayah administrasi, hingga koordinat lokasi.
Cara Memperbarui Data Lembaga di EMIS GTK pada dasarnya tidak panjang. Kuncinya ada pada sumber data, fitur pembaruan, dan pengecekan hasil integrasi.












