Dapodik

Jumlah Rombel Paralel Melebihi Ketentuan di Info GTK? Ini Cara Mengatasinya!

×

Jumlah Rombel Paralel Melebihi Ketentuan di Info GTK? Ini Cara Mengatasinya!

Sebarkan artikel ini
Jumlah Rombel Paralel Melebihi Ketentuan di Info GTK? Ini Cara Mengatasinya!

MediaNet.id, Bandung – Sejumlah operator sekolah kembali menemukan kendala pada validasi Info GTK. Salah satunya notifikasi jumlah rombel paralel melebihi ketentuan.

Masalah tersebut dapat berpengaruh pada pembacaan jam mengajar guru. Bahkan, jam mengajar yang seharusnya linear bisa terbaca nol.

Kondisi itu disampaikan Nurul Hadi Pauji melalui kanal Ngapakia. Ia mengaku menemukan kasus tersebut saat mengecek Info GTK milik salah satu guru.

Jam Mengajar Ada, Tapi Linear Terbaca Nol?

Kasus ini cukup membingungkan. Data tugas tambahan guru sudah terbaca dan dinyatakan valid.

Dalam contoh yang disampaikan, guru memiliki total 16 jam mengajar. Namun, jam mengajar linear justru terbaca nol.

Sementara tugas tambahan guru terbaca 12 jam linear. Jika dijumlahkan, seharusnya ada 28 jam.

Namun yang muncul hanya 12 jam linear. Setelah ditelusuri, masalah mengarah pada data rombongan belajar.

Muncul Notifikasi Rombel Paralel

Saat operator membuka bagian rombongan belajar, muncul notifikasi khusus. Pesannya adalah jumlah rombel paralel melebihi ketentuan.

Padahal jumlah kelas dalam contoh tersebut terlihat normal. Kelas 10 hanya satu rombel, kelas 11 dua rombel, dan kelas 12 satu rombel.

Masalah lain ikut ditemukan. Jumlah siswa pada rombel yang tampil di Info GTK justru terbaca nol.

“Data siswanya tidak ada,” ujar Nurul saat menunjukkan kondisi tersebut. Situasi serupa juga muncul pada beberapa rombel lainnya.

Menurut pengalaman tersebut, data rombel di Dapodik sebenarnya sudah dibuat sesuai kondisi sekolah. Karena itu, operator perlu mengecek ketentuan rombel terlebih dahulu.

Pahami Ketentuan Jumlah Siswa dalam Rombel

Sebelum melakukan perubahan data, OPS perlu memastikan jumlah rombel sudah sesuai. Perhitungan tersebut berkaitan dengan jumlah siswa dan kapasitas maksimal setiap rombel.

Dalam penjelasan Nurul, batas maksimal siswa per rombel yang digunakan sebagai contoh adalah 15 untuk TK. Kemudian 28 untuk SD, 32 untuk SMP, serta 36 untuk SMA dan SMK sederajat.

Jumlah siswa menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan rombel. Contohnya, jika terdapat 18 siswa pada jenjang tertentu dengan batas 15 siswa, kebutuhan rombel dapat menjadi dua.

Perhitungannya dilakukan dengan membagi jumlah siswa berdasarkan kapasitas rombel. Hasil pembagian tersebut kemudian dibulatkan ke atas.

Contoh lainnya, jumlah siswa SMP sebanyak 80 orang dapat membutuhkan tiga rombel. Sementara jumlah siswa SMK sebanyak 90 orang dapat membutuhkan tiga rombel berdasarkan contoh perhitungan tersebut.

Jangan Lupa Cek Daya Tampung di Dapodik

Ada hal lain yang tidak kalah penting. OPS jangan hanya menggunakan perhitungan jumlah siswa.

Operator juga perlu melihat informasi daya tampung rombel di Dapodik. Bagian tersebut dapat menentukan berapa rombel yang diperbolehkan pada kondisi sekolah tertentu.

Misalnya, jumlah siswa SD sebanyak 35 orang secara perhitungan dapat membutuhkan dua rombel. Namun jika daya tampung Dapodik hanya mengizinkan satu rombel, operator tidak bisa asal membuat dua rombel.

Sebaliknya, jika bagian daya tampung menunjukkan tanda tertentu yang memungkinkan rombel lebih banyak, perhitungan jumlah siswa tetap harus diperhatikan. Jadi, kedua informasi tersebut perlu dibaca bersama.

Yang Dihitung Siswa di Dapodik

Ini juga sering menjadi sumber kebingungan. Jumlah siswa yang dihitung bukan calon siswa yang baru mendaftar.

Misalnya sekolah memiliki 100 calon siswa baru. Namun yang sudah masuk dan tercatat di Dapodik baru 50 siswa.

Maka jumlah yang menjadi dasar perhitungan adalah 50 siswa. Bukan 100 calon siswa yang baru mendaftar.

Nurul menegaskan operator perlu melihat data siswa yang sudah masuk Dapodik. Jangan menggunakan jumlah siswa berdasarkan daftar pendaftaran saja.

Empat Langkah yang Bisa Dicoba OPS

Jika perhitungan rombel sudah benar tetapi Info GTK masih menampilkan notifikasi jumlah rombel paralel melebihi ketentuan, ada beberapa langkah yang disampaikan dalam referensi.

  1. Periksa kembali rombel di Dapodik. Pastikan jumlah rombel sudah sesuai jumlah siswa dan daya tampung yang tercatat.
  2. Lakukan sinkronisasi ulang. Jika data sudah benar tetapi Info GTK belum berubah, sinkronkan kembali Dapodik.
  3. Perbarui nama rombel lalu sinkronkan. Jika masih muncul notifikasi, coba ubah nama rombel sedikit agar sistem membaca adanya perubahan data.
  4. Tunggu validasi berikutnya. Setelah sinkronisasi, berikan waktu untuk proses pembaruan data sebelum mengecek kembali Info GTK.

Update Nama Rombel Jadi Percobaan Berikutnya

Dalam kasus yang dialami Nurul, data rombel sebenarnya sudah sesuai. Karena itu, ia mencoba memperbarui nama rombel.

Caranya dengan membuka rombel reguler. Nama rombel kemudian diubah sedikit dengan menambahkan tanda tertentu.

Setelah perubahan disimpan, data rombel dianggap mengalami pembaruan. Operator selanjutnya melakukan sinkronisasi menggunakan akun kepala sekolah.

Langkah ini perlu dipahami sebagai percobaan berdasarkan pengalaman. Nurul sendiri menegaskan belum ada petunjuk resmi dari pusat yang menyebut perubahan nama rombel sebagai solusi.

Ia menggunakan logika sederhana. Jika siswa pada rombel terbaca nol, ada kemungkinan data belum terbaca secara sempurna pada sistem terkait.

Karena itu, hasil setelah sinkronisasi masih perlu ditunggu. Tidak tepat jika langsung menyatakan cara tersebut pasti menyelesaikan masalah.

Jangan Langsung Mengubah Rombel Jika Sudah Benar

Hal yang perlu diperhatikan OPS adalah jangan asal mengubah data. Pastikan terlebih dahulu jumlah siswa dan rombel memang sudah sesuai.

Jika data Dapodik sudah benar, sinkronisasi menjadi langkah berikutnya. Perubahan nama rombel bisa dicoba apabila masalah masih muncul.

Setelah sinkronisasi, operator perlu menunggu validasi berikutnya. Perubahan data tidak selalu langsung terlihat pada Info GTK.

Kasus ini juga menunjukkan pentingnya memeriksa data dari bawah sampai atas. Jangan hanya melihat jumlah jam mengajar guru.

Jika jam linear tiba-tiba nol, cek juga bagian rombongan belajar. Bisa saja persoalannya berkaitan dengan pembacaan rombel atau jumlah siswa.

Dengan demikian, masalah “Jumlah Rombel Paralel Melebihi Ketentuan di Info GTK” perlu ditelusuri dari data Dapodik terlebih dahulu. OPS sebaiknya memastikan rombel sesuai jumlah siswa dan daya tampung, melakukan sinkronisasi, lalu memantau validasi berikutnya.

Sementara untuk perubahan nama rombel, langkah tersebut masih sebatas pengalaman yang dibagikan dalam referensi. Jadi, operator sebaiknya tetap mengacu pada ketentuan resmi apabila ada pembaruan dari pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *