MediaNet.id, Bandung – Kabar terbaru datang untuk operator sekolah yang sedang mengelola data peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027. Tarik data siswa baru dari EMIS ke Dapodik 2027 kini disebut sudah bisa dilakukan melalui SP Datadik.
Informasi ini tentu menarik perhatian operator. Apalagi proses penerimaan siswa baru sering melibatkan satuan pendidikan di bawah naungan berbeda. Contohnya SD yang menerima lulusan RA atau SMP yang menerima siswa dari MTs.
Data Siswa EMIS Mulai Tersedia di SP Datadik
Usut punya usut, operator sekolah kini dapat mengecek data siswa asal EMIS melalui aplikasi SP Datadik. Menu tersebut berada pada bagian peserta didik baru atau PD Baru.
Caranya cukup sederhana. Operator perlu memilih sumber data EMIS terlebih dahulu sebelum mencari peserta didik yang akan masuk ke sekolah.
Pencarian kemudian bisa disesuaikan dengan wilayah siswa. Operator dapat memilih provinsi, kabupaten, hingga kecamatan tempat siswa tersebut berada.
Setelah wilayah dipilih, data RA atau satuan pendidikan terkait akan muncul. Dari sana, operator bisa melihat daftar siswa yang tersedia untuk ditarik ke sekolah tujuan.
Namun, bagian ini perlu perhatian pisan. Jangan asal mencentang nama siswa karena data yang dipilih akan didaftarkan ke sekolah.
Operator Harus Teliti Memilih Nama Siswa
Setelah menemukan calon peserta didik, operator tinggal mencentang nama siswa yang benar. Pastikan anak tersebut memang akan bersekolah di satuan pendidikan yang dikelola.
Selanjutnya, klik tombol “Daftarkan”. Operator perlu memastikan muncul notifikasi bahwa proses pendaftaran berhasil.
Dalam penjelasan yang beredar, proses tersebut tidak dilakukan sembarangan. Operator yang tidak memiliki siswa asal EMIS di sekolahnya juga tidak perlu mendaftarkan data apa pun.
Setelah berhasil didaftarkan, operator perlu menunggu proses berikutnya. Waktu tunggunya bisa berlangsung beberapa menit atau beberapa jam.
Data Kemudian Ditarik Melalui Dapodik 2027.a
Tahap berikutnya berlangsung di aplikasi Dapodik 2027.a. Operator perlu menjalankan proses tarik data setelah informasi siswa dari SP Datadik tersedia.
Sebelum menarik data, lakukan validasi terlebih dahulu. Cara ini diperlukan agar operator bisa mengetahui kondisi data sebelum proses dilanjutkan.
Setelah proses tarik data selesai, jumlah peserta didik biasanya akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut menjadi salah satu tanda bahwa data siswa dari EMIS sudah masuk.
Namun, operator tetap perlu mengecek hasilnya. Jangan langsung menganggap semua data selesai hanya karena jumlah siswa bertambah.
Siswa Baru Bisa Dimasukkan ke Rombel
Setelah data peserta didik muncul, tahap berikutnya adalah memasukkan siswa ke rombongan belajar. Operator dapat membuka menu Rombongan Belajar pada Dapodik.
Untuk siswa baru tingkat SD, operator dapat memilih rombel kelas 1. Setelah itu, buka bagian anggota rombel untuk melihat daftar peserta didik.
Nama siswa yang sudah masuk kemudian dapat dipindahkan ke rombel. Caranya dengan menahan nama siswa menggunakan mouse, lalu menyeretnya ke bagian anggota rombel.
Prosesnya sederhana. Tinggal drag and drop sesuai rombel yang dituju.
Data Siswa Wajib Dicocokkan dengan Dokumen
Pekerjaan operator belum selesai. Data siswa baru tetap perlu diperiksa satu per satu dengan dokumen kependudukan.
Cek kembali kartu keluarga dan akta kelahiran. Pastikan informasi yang tercatat di Dapodik sesuai dengan dokumen resmi milik siswa.
Beberapa data bisa langsung diperbaiki melalui Dapodik. Namun, ada pula data yang terkunci dan membutuhkan pembaruan melalui Verval PD.
Data yang terkunci antara lain nama siswa, jenis kelamin, NISN, NIK, tempat lahir, tanggal lahir, dan nama ibu kandung. Jika bagian tersebut keliru, operator perlu mengikuti mekanisme perbaikan melalui Verval PD setelah melakukan sinkronisasi.
Data Periodik Jangan Sampai Terlewat
Ada bagian lain yang sering luput setelah siswa baru masuk. Operator perlu melengkapi data periodik peserta didik.
Beberapa informasi yang perlu diperiksa mencakup tinggi badan dan berat badan. Data lingkar kepala serta jumlah saudara kandung juga perlu diisi sesuai kondisi siswa.
Data tersebut jangan dibiarkan kosong. Kelengkapan data membantu menghindari munculnya status invalid saat proses validasi.
Tahap Akhir, Validasi Sebelum Sinkronisasi
Setelah seluruh informasi siswa diperiksa, operator perlu kembali membuka menu validasi. Pastikan tidak ada data peserta didik yang berstatus invalid.
Jika masih ditemukan masalah, selesaikan terlebih dahulu. Jangan buru-buru melakukan sinkronisasi sebelum data dinyatakan valid.
Jika seluruh data sudah sesuai, barulah proses sinkronisasi dapat dilakukan. Sinkronisasi tersebut dilakukan menggunakan akun kepala sekolah sesuai mekanisme yang berlaku.
Ringkasan Tahapan Penarikan Data
- Buka SP Datadik: https://sp.datadik.kemendikdasmen.go.id/
- Masuk ke bagian PD Baru.
- Pilih sumber data EMIS.
- Tentukan provinsi, kabupaten, dan kecamatan.
- Cari data siswa dari RA atau satuan pendidikan asal.
- Centang siswa yang benar-benar masuk ke sekolah.
- Klik “Daftarkan” dan pastikan pendaftaran berhasil.
- Tunggu hingga data dapat ditarik ke Dapodik 2027.a.
- Jalankan validasi dan proses tarik data.
- Periksa perubahan jumlah peserta didik.
- Masukkan siswa ke rombel yang sesuai.
- Cocokkan identitas dengan KK dan akta kelahiran.
- Lengkapi data periodik peserta didik.
- Pastikan seluruh data sudah valid.
- Lakukan sinkronisasi menggunakan akun kepala sekolah.
Operator Diminta Tidak Asal Menarik Data
Menarik data siswa baru memang terlihat gampang. Namun, kesalahan memilih nama bisa membuat data siswa masuk ke sekolah yang tidak sesuai.
Karena itu, operator perlu mengecek nama siswa sebelum menekan tombol pendaftaran. “Jangan sampai salah klik,” menjadi salah satu penekanan dalam informasi yang beredar.
Bagi sekolah yang menerima siswa dari RA, fitur ini bisa membantu proses pendataan. Begitu juga sekolah yang menerima siswa dari MTs atau satuan pendidikan lain yang datanya berasal dari EMIS.
Informasi mengenai tarik data siswa baru dari EMIS ke Dapodik 2027.a ini menjadi kabar yang cukup ditunggu operator. Sekarang tinggal memastikan data yang dipilih benar, dokumen sesuai, dan hasil akhirnya tidak menyisakan status invalid.
Kalau semuanya sudah beres, proses dapat dilanjutkan sampai sinkronisasi. Jadi, buat operator sekolah yang punya siswa baru asal EMIS, geus bisa cek SP Datadik masing-masing dan memastikan datanya tersedia.












